Anemia pada Ibu Hamil

ANEMIA PADA IBU HAMIL

Apa itu Anemia pada Ibu Hamil ?

Anemia pada wanita tidak hamil didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin yang kurang dari 12 g/dl,  sedangkan anemia pada wanita yang hamil atau  masa nifas didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin yang kurang dari 10 g/dl.

Jenis-jenis anemia dalam kehamilan

  1. Anemia defisiensi besi

Terjadi sekitar 62,3% kehamilan, merupakan anemia yang paling sering dijumpai pada masa kehamilan. Penyebabnya adalah kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi, gangguan resorpsi, gangguan penggunaan atau karena banyaknya besi yang keluar dari tubuh, misalnya pada perdarahan.

2. Anemia megaloblastik

Terjadi sekitar 29% kehamilan. Anemia ini disebabkan oleh kurangnya vitamin B12 atau folat dalam tubuh. Kurangnya vitamin B12 dalam tubuh biasa didapatkan pada orang yang tubuhnya tidak dapat menyerap vitamin B12 karena gangguan usus atau sistem kekebalan tubuh atau karena kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin B12.

3. Anemia hipoplastik

Terjadi sekitar 8% kehamilan. Anemia ini disebabkan oleh sumsum tulang belakang yang kurang mampu membuat sel-sel darah merah. Biasanya, wanita yang mengalami anemia ini selama kehamilan, akan sembuh dengan sendirinya setelah masa nifas. Namun, dalam kehamilan berikutnya biasanya wanita tersebut akan mengalami anemia hipoplastik lagi.

4. Anemia hemolitik

Terjadi sekitar 0,7% kehamilan. Anemia ini disebabkan oleh penghancuran sel darah merah yang berlangsung lebih cepat dari biasanya. Wanita dengan anemia hemolitik sulit hamil, apabila hamil maka biasanya akan mengalami anemia berat.

Apa penyebab anemia pada ibu hamil ?

Penyebab umum dari anemia yaitu:

  1. Perdarahan hebat
  2. Akut (mendadak)
  3. Kecelakaan
  4. Pembedahan
  5. Persalinan
  6. Kronik (menahun)
  7. Wasir (hemoroid)
  8. Perdarahan menstruasi yang banyak
  9. Berkurangnya pembentukan sel darah merah
  10. Kekurangan zat besi
  11. Kekurangan vitamin B12
  12. Kekurangan asam folat
  13. Kekurangan vitamin C
  14. Meningkatnya penghancuran sel darah merah
  15. Penyakit kronik
  16. Thalasemia

Apa gejala anemia?

Gejala-gejala anemia dapat berupa kepala pusing, palpitasi, berkunang-kunang, perubahan jaringan epitel kuku, gangguan sistem neuromuskular, lesu, lemah, lelah, disphagia, dan pembesaran kelenjar limpa. Gejala lainnya yaitu cepat lelah, lidah luka, nafsu makan turun, konsentrasi hilang, nafas pendek (pada anemia parah), dan keluhan mual muntah lebih hebat pada kehamilan muda.

Apa dampaknya?

Anemia pada kehamilan dapat berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan, dan nifas. Pengaruh anemia saat kehamilan dapat berupa abortus, persalinan kurang bulan, dan ketuban pecah dini. Pengaruh anemia saat persalinan dapat berupa partus lama, gangguan his dan kekuatan mengedan. Pengaruh anemia saat masa nifas diantaranya yaitu subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infeksi dan stress kurang. Selain itu, anemia pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan janin seperti abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, dan kematian perinatal.

Bagaimana mencegah anemia?

Tips pencegahan dan perawatan ibu hamil dengan anemia

Berikut ini merupakan tips yang dapat dilakukan untuk menghindari, mengurangi dan menghadapi kondisi anemia.

Tentukan apakah ibu mengalami kondisi anemia atau tidak

Bila ibu merasa lebih cepat lelah, letih, lesu, tidak bergairah, dan mudah pusing atau pingsan, maka hal ini dapat menjadi kondisi anemia. Untuk memastikannya dapat dilakukan:

  • Perhatikan kelopak mata bagian bawah. Bila pucat atau merah muda maka kemungkinan mengalami anemia.
  • Bandingkan telapak tangan dengan telapak tangan orang lain. Bila tampak lebih pucat maka kemungkinan mengalami anemia.
  • Julurkan dan perhatikan warna lidah. Bila tepi lidah menjadi lebih pucat dari warna permukaan dalam pipi maka kondisi anemia mungkin telah terjadi.

Perbaiki diet/pola makan, dan Konsumsi bahan makanan kaya protein, zat besi, dan asam folat

Bahan makanan kaya protein dapat diperoleh dari hewan maupun tanaman. Daging, hati, dan telur adalah sumber protein yang baik bagi tubuh. Kacang-kacangan, gandum/beras yang masih terdapat kulit ari, beras merah, dan sereal merupakan bahan tanaman yang kaya protein nabati dan kandungan asam folat atau vitamin B lainnya. sayuran hijau, bayam, kangkung, jeruk dan berbagai buah-buahan kaya akan mineral baik zat besi maupun zat lain yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah.

Batasi penggunaan antasida

Antasida atau obat maag yang berfungsi menetralkan asam lambung umumnya mengandung mineral, atau logam lain yang dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Ikuti saran dokter

Beberapa penyebab kondisi anemia adalah penyakit serius tertentu. Oleh karena itu, jangan meremehkan kondisi anemia yang dihadapi. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.